Wednesday, 19 September 2018


PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERDASAR PRINSIP-PRINSIP MEDIA

Pada blog saya kali ini, saya akan memberikan solusi media pembelajaran berbasis ICT terhadap masalah yang telah saya paparkan pada blog saya sebelumnya.
Adapun masalah yang saya temukan pada hasil observasi lapangan lalu adalah sebagai berikut:
1. Guru tidak melakukan kegiatan pendahuluan pada saat pembelajaran 
2. Guru langsung menjelaskan materi yang akan di pelajari 
3. Guru tidak mengkondisikan siswa dengan baik
4. Guru menggunakan media yang kurang cocok dengan karakteristik siswa
5. Guru memberikan tugas latihan berupa LKS, untuk beberapa soal materinya berbeda.

Dari permasalahan diatas maka saya menawarkan solusi yaitu dengan penggunaan media powerpoint. Powerpoint bisa membuat pembelajaran semakin menarik, karena pada media guru bisa menanpilkan teks, gambar, audio, maupun video. Jadi semua karakteristik siswa bisa menggunakan media powerpoint hanya saja membutuhkan kreativitas yang tinggi agar bisa dibuat menarik.

Pada dasarnya media pembelajaran digunakan oleh para guru untuk:
1)      Memperjelas informasi atau pesan pengajaran
2)      Memberi tekanan pada bagian-bagian yang penting
3)      Memberi variasi pengajaran
4)      Memperjelas struktur pengajaran
5)      Memotivasi proses belajar siswa.
Tetapi media pembelajaran bukan semata-mata hal yang menunjang keberhasilan belajar siswa. Jika media yang digunakan oleh guru sudah menarik, namun guru tidak mempertimbangkan metode belajar yang ia gunakan maka pembelajaran pun akan menjadi tidak kondusif juga. Jadi seharusnya selain mempertimbangkan media pembelajaran yang digunakan, guru juga harus bisa menerapkan metode pembelajaran yang tepat saat mengajar.
Pada blog ini penulis juga akan memaparkan prinsip-prinsip apa saja yang penulis gunakan dalam membuat media yang telah penulis buat. Untuk video presentasi bisa kunjungi link (https://www.youtube.com/watch?v=bRqQIDag3IQ).

Adapun prinsip-prinsip yang penulis gunakan yaitu:
1.       Prinsip Multimedia
Siswa dapat belajar lebih baik dari kata-kata dan gambar-gambar daripada hanya kata-kata saja. Apabila pengembang multimedia pembelajaran menginginkan peningkatan pemahaman dan meningkatkan mutu desain multimedia maka sajian multimedia hendaknya memadukan dua kata-kata (teks) dan diikuti dengan sajian gambar.
2.       Prinsip Keterdekatan Ruang
Siswa dapat belajar lebih baik saat kata-kata dan gambar-gambar terkait disajikan secara berdekatan daripada saat disajikan saling berjauhan dalam halaman atau layar slide. Gambar dan kata-kata yang disajikan haruslah berdekatan dalam on-screen. Gambar dan teks/ kata yang berjauhan akan  menyulitkan bagi siswa untuk memahami-nya atau bisa jadi bias makna yang disebabkan tek dan gambar yang berjauhan tersebut.
3.       Prinsip Keterdekatan Waktu
Siswa dapat belajar lebih baik saat kata-kata dan gambar terkait disajikan secara simultan (berbarengan) daripada suksesif (bergantian). Untuk  meningkatkan pemehaman siswa gambar dan teks/kata sebaiknya disajikan secara berbarengan dalam on-screen bukan bergantian sebab jika disajikan secara bergantian dapat menyebabkan terjadi kesalahan dalam memproses informasi yaitu hubungan mental antara representasi verbal dan representasi visual tidak terjadi.
4.       Prinsip Personalisasi
Prinsip personalisasi menyarankan agar pengembang multimedia menggunakan gaya percakapan dalam narasi daripada gaya formal (Clark & Mayer, 2011:182). Gaya percakapan di antaranya dicapai dengan menggunakan bahasa orang pertama dan orang kedua serta dengan suara manusia yang ramah. Jadi dengan prinsip ini media dibuat menggunakan bahasa penyampaian materi yang ringan atau tidak terlalu formal.
5.       Prinsip Interaktivitas
Multimedia pembelajaran harus memungkinkan user/pengguna dapat mengendalikan penggunaan daripada media itu sendiri. Dengan kata lain, lebih manipulatif (dalam arti dapat dikendalikan sendiri oleh user) akan lebih baik. Simulasi, branching, game, navigasi yang konsisten dan jelas, bahasa yang komunikatif, dan lain-lain akan memungkinkan tingkat interaktivitas makin tinggi.

Demikianlah pemaparan saya, kritik dan saran pembaca sangat membantu dalam perbaikan blog ini. Terimakasih.


3 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Setelah melihat media yang anda buat, saya rasa media anda tidak cocok dengan prinsip personalisasi karena prinsip personalisasi itu kan menyarankan menggunakan bahasa penyampaian yang ringan atau tidak terlalu formal, tapi dalam video media yang anda buat, anda menggunakan bahasa formal untuk menyampaikan materi.
    Lalu kenapa anda tidak memperhatikan prinsip yang lain dalam merancang media anda, seperti prinsip koherensi yaitu gambar atau animasi yang tidak di perlukan tidak perlu digunakan dalam pembuatan media anda.

    ReplyDelete
  3. Berdasarkan tulisan kakak, saya msih kurang mengerti atas dasar apa kakak memilih prinsip personalisasi yang berkaitan dengan gaya percakapan dalam penyampaian materi?

    ReplyDelete