PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERDASAR PRINSIP-PRINSIP MEDIA
Pada blog saya kali ini, saya akan memberikan solusi media
pembelajaran berbasis ICT terhadap masalah yang telah saya paparkan pada blog
saya sebelumnya.
Adapun masalah yang saya temukan pada hasil observasi
lapangan lalu adalah sebagai berikut:
1. Guru
tidak melakukan kegiatan pendahuluan pada saat pembelajaran
2. Guru
langsung menjelaskan materi yang akan di pelajari
3. Guru
tidak mengkondisikan siswa dengan baik
4. Guru menggunakan media yang kurang cocok dengan karakteristik siswa
5. Guru
memberikan tugas latihan berupa LKS, untuk beberapa soal materinya berbeda.
Dari permasalahan diatas maka saya menawarkan solusi yaitu dengan penggunaan media powerpoint. Powerpoint bisa membuat pembelajaran semakin menarik, karena pada media guru bisa menanpilkan teks, gambar, audio, maupun video. Jadi semua karakteristik siswa bisa menggunakan media powerpoint hanya saja membutuhkan kreativitas yang tinggi agar bisa dibuat menarik.
Pada dasarnya media pembelajaran digunakan oleh para guru untuk:
1)
Memperjelas informasi atau pesan pengajaran
2)
Memberi tekanan pada bagian-bagian yang penting
3)
Memberi variasi pengajaran
4)
Memperjelas struktur pengajaran
5)
Memotivasi proses belajar siswa.
Tetapi media
pembelajaran bukan semata-mata hal yang menunjang keberhasilan belajar siswa. Jika
media yang digunakan oleh guru sudah menarik, namun guru tidak mempertimbangkan
metode belajar yang ia gunakan maka pembelajaran pun akan menjadi tidak
kondusif juga. Jadi seharusnya selain mempertimbangkan media pembelajaran yang
digunakan, guru juga harus bisa menerapkan metode pembelajaran yang tepat saat
mengajar.
Pada blog ini
penulis juga akan memaparkan prinsip-prinsip apa saja yang penulis gunakan
dalam membuat media yang telah penulis buat. Untuk video presentasi bisa
kunjungi link (https://www.youtube.com/watch?v=bRqQIDag3IQ).
Adapun prinsip-prinsip
yang penulis gunakan yaitu:
1.
Prinsip Multimedia
Siswa dapat belajar lebih baik dari kata-kata dan
gambar-gambar daripada hanya kata-kata saja. Apabila pengembang multimedia
pembelajaran menginginkan peningkatan pemahaman dan meningkatkan mutu desain
multimedia maka sajian multimedia hendaknya memadukan dua kata-kata (teks) dan
diikuti dengan sajian gambar.
2.
Prinsip Keterdekatan Ruang
Siswa dapat belajar lebih baik saat kata-kata dan
gambar-gambar terkait disajikan secara berdekatan daripada saat disajikan
saling berjauhan dalam halaman atau layar slide. Gambar dan kata-kata yang
disajikan haruslah berdekatan dalam on-screen. Gambar dan teks/ kata yang
berjauhan akan menyulitkan bagi siswa untuk memahami-nya atau bisa
jadi bias makna yang disebabkan tek dan gambar yang berjauhan tersebut.
3.
Prinsip Keterdekatan Waktu
Siswa dapat belajar lebih baik saat kata-kata dan
gambar terkait disajikan secara simultan (berbarengan) daripada suksesif
(bergantian). Untuk meningkatkan pemehaman siswa gambar dan
teks/kata sebaiknya disajikan secara berbarengan dalam on-screen bukan
bergantian sebab jika disajikan secara bergantian dapat menyebabkan terjadi
kesalahan dalam memproses informasi yaitu hubungan mental antara representasi
verbal dan representasi visual tidak terjadi.
4.
Prinsip Personalisasi
Prinsip personalisasi menyarankan agar pengembang
multimedia menggunakan gaya percakapan dalam narasi daripada gaya formal (Clark
& Mayer, 2011:182). Gaya percakapan di antaranya dicapai dengan menggunakan
bahasa orang pertama dan orang kedua serta dengan suara manusia yang ramah. Jadi
dengan prinsip ini media dibuat menggunakan bahasa penyampaian materi yang
ringan atau tidak terlalu formal.
5.
Prinsip Interaktivitas
Multimedia pembelajaran harus memungkinkan user/pengguna
dapat mengendalikan penggunaan daripada media itu sendiri. Dengan kata lain,
lebih manipulatif (dalam arti dapat dikendalikan sendiri oleh user) akan lebih
baik. Simulasi, branching, game, navigasi yang konsisten dan jelas, bahasa yang
komunikatif, dan lain-lain akan memungkinkan tingkat interaktivitas makin
tinggi.
Demikianlah pemaparan saya, kritik dan saran pembaca sangat membantu dalam perbaikan blog ini. Terimakasih.
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteSetelah melihat media yang anda buat, saya rasa media anda tidak cocok dengan prinsip personalisasi karena prinsip personalisasi itu kan menyarankan menggunakan bahasa penyampaian yang ringan atau tidak terlalu formal, tapi dalam video media yang anda buat, anda menggunakan bahasa formal untuk menyampaikan materi.
ReplyDeleteLalu kenapa anda tidak memperhatikan prinsip yang lain dalam merancang media anda, seperti prinsip koherensi yaitu gambar atau animasi yang tidak di perlukan tidak perlu digunakan dalam pembuatan media anda.
Berdasarkan tulisan kakak, saya msih kurang mengerti atas dasar apa kakak memilih prinsip personalisasi yang berkaitan dengan gaya percakapan dalam penyampaian materi?
ReplyDelete