Tuesday, 11 September 2018


Studi Kasus
Memilih Media Pembelajaran Matematika Berdasarkan Observasi Kelas

Hasil Observasi Kelas

   Senin, 10 September 2018 saya dan rekan saya telah melaksanakan obeservasi di salah satu Sekolah Menengah Pertama di Kota Jambi. Kelas yang di observasi adalah kelas IXH dan masih menggunakan kurikulum KTSP. Pembelajaran berlangsung selama 1JP. Materi yang disampaikan adalah Mengidentifikasi Unsur-Unsur Tabung, Kerucut, dan Bola.

Hasil observasi yang saya dapat adalah pada saat guru masuk ke kelas guru langsung menyebutkan materi apa yang akan di pelajari dan langsung menulis di papan tulis judul materi pembelajaran tanpa ada penjelasan mengenai materi yang akan di pelajari. Selesai menulis guru langsung bertanya kepada siswa siapa yang bisa membuat suatu lingkaran dengan menggunakan busur, lalu menuliskan unsur-unsur lingkaran tersebut. Seharusnya ketika memulai pembelajaran guru menjelaskan terlebih dahulu maksud dan tujuan dari materi hari itu. Sebelum mulai guru juga seharusnya menyiapkan siswa terlebih dahulu seperti mengecek siswa apa ada yang belum masuk, mengecek apa sudah mengeluarkan bukunya semua dan apa siswa sudah siap memulai belajar kembali. Selain itu guru juga seperti terburu-terburu ketika mengajar karena selalu bilang cepat-cepat ketika bertanya tanpa ada jeda waktu untuk siswa berfikir dan mengingat kembali.

Pada saat siswa yang maju untuk menuliskan unsur-unsur di papan tulis, siswa lain masih terlihat sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Seperti ada yang membuka buku tulis tapi belum menuliskan apa-apa, siswa yang bermalas-malasan, dan ada siswa yang bahkan tidak membuka bukunya sama sekali pada saat belajar dan ini tidak diperhatikan oleh guru. Seharusnya ketika ada siswa yang sedang menulis kedepan, disini guru mempunyai kesempatan untuk berkeliling dikelas mengcek kembali kondisi siswa agar semua siswa siap untuk belajar.

Setelah siswa selesai menulis, guru memberikan contoh bentuk tabung dengan membawa bangun ruang tabung yang terbuat dari kaleng. Lalu guru menuliskan unsur-unsur tabung beserta kerucut di papan tulis. Setelah menjelaskan unsur-unsur tabung dan kerucut guru memberikan LKS kepada siswa sebagai latihan.

Masalah Yang Di Indentifikasi

Masalah yang saya identifikasi yaitu mengenai media pembelajaran yang digunakan oleh guru. Media pembelajaran adalah media yang membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran menurut Gagne dan Briggs (1975) media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran yang terdiri dari buku, tape recorder, kaset, video camera, video recorder, film, slide (gambar), foto, gambar, grafik, televisi dan computer.
  
 Dari pemaparan hasil observasi diatas penulis menemukan bahwa guru belum menggunakan media sesuai dengan landasan teoritis dan prinsip-prinsip dari media pembelajaran itu. Proses belajar dapat berhasil dengan baik jika dimulai dari pengalaman langsung dan dari pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Menurut saya adapun landasan teoritis yang tidak sesuai, yaitu :
  •        Landasan psikologis

     Landasan psikologi ialah alasan atau rasional mengapa media pembelajaran dipergunakan ditinjau dari kondisi pelajar dan bagaimana proses belajar itu terjadi. Pada saat observasi guru tidak menggunakan landasan psikologis dalam penggunaan media dimana guru tidak memperhatikan suasana belajar belajar belajar yang diciptakan, tidak memperhatikan gaya belajar dan karakteristik siswa, tidak menyiapkan siswa saat belajar, tidak memilih media yang tepat untuk menarik perhatian siswa agar lebih bersemangat dalam belajar, serta metode pembelajaran yang digunakan guru hanya metode ceramah sehingga siswa hanya mendengarkan apa yang dijelaskan oleh guru. Sehingga proses belajar yang terjadi bisa membuat siswa bosan. 
  • Landasan empirik

     Terdapat interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik belajar siswa dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya, siswa akan mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik tipe atau gaya belajarnya.
   Menurut hasil observasi guru tidak menggunakan landasan empirik dari penggunaan media pembelajaran. Guru tidak mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik pebelajar, karakteristik materi pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri.
     Menurut Soetopo (2013) bedasarkan pengalaman nyata dari hasil penelitian, murid yang diajarkan oleh guru yang menggunakan media bervariasi dibandingkan dengan murid yang dajarkan oleh guru yang tidak menggunakan media bervariasi, hasil belajarnya lebih tinggi murid yang diajarkan oleh guru yang menggunakan media bervariasi.
  • Landasan teknologis

     Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek perancangan, pengembangan, penerapan, pengelolaan, dan penilaian proses dan sumber belajar. Dari hasil observasi guru belum memanfaatkan media teknologi seperti internet, laptop, proyektor, ataupun aplikasi-aplikasi yang bisa membuat siswa lebih tertarik dalam belajar.

Solusi Yang Ditawarkan

Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan keaktivan siswa yaitu dengan memanfaatkan media pembelajaran. Media pembelajaran sebagai bagian teknologi pembelajaran, bisa merealisasikan suatu konsep teaching less learning more. Artinya, secara fisik kegiatan guru di kelas dikurangi karena ada sebagian tugas guru yang didelegasikan pada media, namun tetap mendorong tercapainya hasil belajar siswa. Dengan menggunakan bermacam-macam alternatif media, para siswa dapat ditumbuhkan keaktivannya karena para siswa lebih banyak belajar; tidak hanya mendengarkan. Bahan ajar juga lebih bermakna karena melibatkan siswa untuk berpikir secara, aktif dan kritis. Selain itu, pembelajaran menjadi lebih bervariasi karena tidak hanya dihadapkan pembelajaran secara verbal dan membosankan.

Untuk solusi media pembelajaran berbasis ICT yang penulis tawarkan yaitu guru bisa menggunakan apliaksi aurora ketika menjelaskan materi tabung, kerucut dan bola. Aplikasi ini dapat menjadi salah satu alat bantu yang dapat digunakan untuk membuat media pembelajaran menjadi lebih inovatif. Aurora 3d presentation yaitu software presentasi tiga dimensi dengan latar belakang dan grafis tiga dimensi yang dikembangkan sejak 1998 (aurora 3d team dalam Prasetya, 2016). Sedangkan media yang dibuat dengan menggunakan aurora 3d presentation ini termasuk dalam jenis multimedia pembelajaran interaktif. Menurut Kustiono (2010), multimedia pembelajaran interaktif adalah segala sesuatu baik hardware maupun software yang mampu mengkondisikan siswa berinteraksi secara aktif dan mandiri dengan seperangkat pesan-pesan pembelajaran yang terkemas secara harmonis baik teks maupun hypertext, terpadu dengan gambar-gambar, suara, video/film, dan animasi untuk kepentingan pencapaian tujuan-tujuan pembelajaran tertentu. Sehingga aplikasi ini cocok diterapkan oleh guru.

Aplikasi ini mempunyai kelebihan yang bisa dijadikan alasan untuk menggunakannya dalam pembuatan media. Kelebihan dari aplikasi aurora 3d presentation ini menurut Else (2011) yaitu:
  1. Mudah untuk menghasilkan presentasi keren untuk gambar, teks, model video, dan data
  2. Tidak perlu tahu teknik-teknik dasar desain 3D.
  3. Pilih banyak cara untuk menampilkan konten Anda.
  4. Anda dapat mengekspor file gambar atau video, dan impor model 3D lainnya dan teksturdari perangkat lunak desain 3D.
  5. Disediakan template atau file sampel yang dapat diedit dan disimpan
  6. Software offline.
  7. File yang sudah dibuat dapat disimpan dalam bentuk aplikasi desktop dengan berformat exe file.
REFERENSI
http://wongblawongtp.blogspot.com/2017/10/media-pembelajaran-3d-dengan-aurora-3d_3.html

5 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Solusi masalah yang ditawarkan sangat bagus, sepertinya software aurora 3d presentation menarik & mudah digunakan, disini saya menawarkan solusi lain seperti aplikasi wingeom yang juga dikhususkan untuk menggambar bangun 2D dan 3D, atau bisa juga menggunakan google sketch up jika ingin lebih menarik lagi, yang banyak digunakan oleh banyak arsitek untuk menggambar bangun ruang.

    ReplyDelete
  3. Terima kasih informasinya, saya sebagai pembaca ingin menanggapi kasus yang diberikan penulis.
    Dalam penyampaian materi, sebagai guru sebaiknya sebelumnpelajaran harus mempersiapkan terlebih dahulu segala sesuatunya, agar tidak terjadi seperti yang dilihat oleh penulis disalah satu sekolah di Jambi, yaitu masuk kelas tanpa adanya pengulangan materi sebelumnya, penyampaian tujuan, dan penyampaian materi pada hari itu serta memberikan motivasi agar siswa tertarik belajar pada hari itu. Kemudian guru juga harus mempersiapkan bahan ajar seperti RPP, karena dengan bahan yang telah kita persiapkan guru akan tahu apa yang harus ia lakukan pada saat itu. Misalnya dengan mempersiapkan media apa yang sesuai dengan materi dan kondisi pada saat itu, dengan memperhatikan landasan media pembelajaran.
    Dalam kasus seperti yang disampaikan penulis, saya menanggapi ada baiknya guru tersebut menggunakan media pembelajaran sebagai sarana membantu dan mempermudah guru dan siswa dalam belajar. Seperti yang penulis telah katakan bisa menggunakan aurora 3D, akan tetapi harus mempertimbangkan:
    - landasan psikologis, yaitu pemilihan media harus sesuai dengan karakteristik siswa, suasana belajar agar tercipta suasana belajar yang kondusif.
    - Landasan empiris, agar materi yang ingin disampaikan dapat trrsampaikan kesiswa dengan baik, sehingga hasil beljarnya pun baik pula.
    - Landasan teknologi: Anak-anak pada saat ini sangat tertarik sekali dengan hal-hal yang baru bagi mereka, apalagi dalam belajar mereka belum pernah menggunakan media. Maka dari itu ada baiknya menggunakan media pembelajaran, misalnya menampilkan gambar/vidio menggunakan infocus dan laptop. Vidio tersebut dibuat semenarik mungkin sesuai materi dan kondisi saat itu. Agar melalui media tersebut guru dapat menarik perhatian siswa serta motivasi/semangat siswa dalam belajar.
    Demikian tanggapan saya, semoga bermanfaat..😊

    ReplyDelete
  4. menurut saya, solusinya sangat bagus. Dan tentunya menambah pengetahuan baru bagi para guru, di karenakan aplikasi aurora tentu pasti masih asing baik bagi pendidik maupun siswa. Dan akan lebih baik apabila penulis mensosialisasikan terlebih dahulu kepada pendidik, agar pendidik dapat mengajarkan juga kepada pendidik lain ataupun kepada siswa yang akan dididik.

    ReplyDelete
  5. Saya baru mengetahui media dari aplikasi aurora, menurut saya penggunaan media tersebut masih asing bagi sebagian guru, jadi tidak terlalu efektif

    ReplyDelete