EVALUASI PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Belajar
merupakan suatu proses yang mengakibatkan adanya perubahan perilaku baik
potensial maupun aktual dan bersifat relatif permanen sebagai akibatdari
latihan dan pengalaman. Sedangkan kegiatan pembelajaran adalah
kegiataninteraksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada
suatulingkungan belajar. Dalam kegiatan pembelajaran siswa dituntut
keaktifannya.Aktif yang dimaksud adalah siswa aktif bertanya, mempertanyakan,mengemukakan
gagasan dan terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran, karena belajar memang
merupakan suatu proses aktif dari siswa dalam membangun pengetahuannya.
Sehingga, jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk
berperan aktif, maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar
Dalam
kegiatan pembelajaran siswa tidak hanya dituntut keaktifannya saja tapi juga
kekreativitasannya, karena kreativitas dalam pembelajaran dapat menciptakan
situasi yang baru, tidak monoton dan menarik sehingga siswa akan lebih terlibat
dalam kegiatan pembelajaran.
Dalam
artikel ini penulis akan menjelaskan masalah-masalah yang terjadi dikelas. Penulis
telah melakukan observasi di salah satu sekolah swasta yang termasuk sekolah
unggulan pada tanggal 1 Februari 2019. Obeservasi dilakukan pada kelas IX yang
sedang membahas soal-soal untuk Ujian Nasional yang akan berlangsung beberapa
bulan kedepan. Adapun yang penulis temukan ketika observasi adalah sebagai
berikut :
Masalah
yang penulis temukan ketika obeservasi adalah sebagai berikut :
1. Kemampuan
siswa, khususnya dalam pemecahan masalah matematika masih memerlukan perhatian
khusus.
2. Motivasi
siswa untuk menyelesaikan soal dan belajar matematika masih kurang.
3. Siswa
lebih berorientasi untuk memecahkan soal-soal yang dapat diselesaikan dengan
prosedur rutin.
4. Siswa
kurang terbiasa untuk memecahkan masalah. Ini yang merupakan indikasi minimnya
kesempatan berlatih dalam proses belajar mengajar dikelas.
5. Siswa
pasif saat guru memberikan pertanyaan.
6. Guru
terlalu cepat ketika menjelaskan sehingga siswa menjadi bingung saat belajar.
Sebagian
dari permasalahan yang dihadapi peserta didik di atas memerlukan penangan
secara cepat dan inovatif tentu oleh guru sebagai fasilitator dan mediator
pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, terdapat indikasi bahwa kesenjangan
yang terjadi disebabkan karena
implementasi pendekatan pembelajaran yang belum mendukung secara maksimal
kesempatan siswa untuk berlatih memecahkan masalah. Padahal, jika dikaji secara
rinci sasaran yang ingin dicapai dalam belajar matematika dan karakteristik
masing-masing pendekatan pembelajaran, terdapat beragam model, strategi,
pendekatan, ataupun metode pembelajaran yang bisa diterapkan diantaranya model
kooperatif (STAD, JIGSAW, TAI, TGT, NHT, GI, dan sebagainya), pembelajaran
kontekstual, inkuiri, dicovery learning problem based learning, project
based learning, problem possing, dan masih banyak pendekatan lainnya.
Selain
itu berikut adalah langkah-langkah yang harus ditempuh guru dalam memberikan tindakan perbaikan untuk menangani
masalah-masalah kelas, yaitu guru harus mampu:
1. Mengenali
secara tepat berbagai jenis masalah pengelolaan kelas baik yang bersifat
perorangan maupun kelompok.
2. Memahami
pendekatan mana yang cocok dan tidak cocok untuk jenis masalah tertentu.
3. Memilih
dan menetapkan pendekatan yang paling tepat untuk memecahkan masalah yang
dimaksud.
Suparno
(1997:6) menyatakan bahwa “mengajar bukanlah suatu kegiatan memindahkan
pengetahuan dari guru ke siswa, melainkan suatu kegiatan yang memungkinkan
siswa membangun sendiri pengetahuannya”. Dalam pembelajaran matematika terutama
dalam belajar dan mengajar pemecahan masalah seorangguru memposisikan dirinya
sebagai fasilitator bagi siswa. Dalam peranannya sebagai fasilitator seperti
yang dijelaskan oleh Munandar (1992: 45) seorang guru seharusnya: (tindakan pencegahan)
a. dapat
menerima gagasan-gagasan dari semua siswa.
b. memupuk
siswa untuk memberi kritik secara konstuktif dan untuk memberikan penilaian
diri sendiri.
c. berusaha menghindari pemberian hukuman atau celaan terhadap ide-ide
yang tidak biasa.
d. dapat
menerima perbedaan menurut waktu dan kecepatan antar siswa dalam kemampuan
berpikir.
REFERENSI
http://novarinapermatasari.blogspot.com/2013/12/permasalahan-yang-sering-terjadi-di_483.html
Parmita.
I wayan Bawa, 2012, Problematika
Pendidikan Matematika dan Alternatif Solusinya, Prodi Pendidikan Matematika
Program Pascasarjana: UNDIKSHA
Dari pemaparan saudari...
ReplyDeleteDapat diketahui bahwa masalah pd kls tsb ada pada guru dan siswanya...
Menurut saya, masalah2 ts sudah seeing terjadi pada proses pembelajaran...
Shg hal ini perlu menjadi perhatian agar hal yg sama tidak terjadi lg untuk masa2 yg akan datang..
Oleh krn itu, perlu ada yg namanya kerjasama antara pemerintah, guru, dan org tua siswa.
Pemerintah harus lebih memikirkan kualitas seorang guru, dengan cara meningkatkan kompetensi guru dgn adanya pelatihan, setidaknya tiap awal smt diadakan dan dijadikan utk evaluasi bersama.
Guru harus berani lebih kreatif dlm kelas. Tida hanya fakus menggunakan metode ceramah, guru bisa menggabungkan metode agar siswa tdk merasa bosan.
Kemudian, adanya kerjasama antara guru dan org tua. Sebagusnya, wali kelas membuat grup (WA) orangtua siswa, sjg jika ada masalah di sekolah, guru bisa menyampaikan masalah tsb dan orgtua bisa melakukan konseling thd anaknya.