Domain Psikomotor dalam Pembelajaran Matematika
Pengertian Ranah
Penilaian Psikomotor
Ranah
psikomotor merupakan ranah yang berkaitan dengan keterampilan (skill) tau
kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu.
Ranah psikomotor adalah ranah yang berhubungan dengan aktivitas fisik, misalnya
lari, melompat, melukis, menari, memukul, dan sebagainya. Hasil belajar ranah
psikomotor dikemukakan oleh Simpson (1956) yang menyatakan bahwa hasil belajar
psikomotor ini tampak dalam bentuk keterampilan (skill) dan kemampuan bertindak
individu. Hasil belajar psikomotor ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari
hasil belajar kognitif (memahami sesuatu) dan dan hasil belajar afektif (yang
baru tampak dalam bentuk kecenderungan-kecenderungan berperilaku). Hasi belajar
kognitif dan hasil belajar afektif akan menjadi hasil belajar psikomotor
apabila peserta didik telah menunjukkan perilaku atau perbuatan tertentu sesuai
dengan makna yang terkandung dalam ranah kognitif dan ranah afektif.
Berikut
ini adalah beberapa kebutuhan untuk menilai psikomotor dalam matematika: -
1. Untuk
validitas konkuren serentak / tinggi
2. Dasar
untuk tugas baru
3. Untuk
menghindari fiksasi pada tahap selanjutnya - satu tugas mendahului / tergantung
pada yang sebelumnya.
4. Dominasi
kegiatan psikomotorik - bahkan sejak zaman kuno.
5. Pengabaian
psikomotor dalam preferensi untuk penilaian kognitif.
6. Hukum
kontak - Untuk menghapus abstraksi
7. Untuk
menerapkan konsep konsep Plagets / Bruno ke setiap gerakan dan ikon.
8. Hukum
Antisipasi Pematangan morfologis: kecenderungan untuk mengisap dari rahim oleh
anak dan rahim di luar anak untuk mengisap payudara.
9. Untuk
menyeimbangkan pengembangan kepribadian untuk tantangan di masa depan.
10. Untuk
pembelotan dini dari endowmen positif / negatif dalam kegiatan olahraga dan
opsi serupa untuk dorongan / peningkatan.
Ciri-ciri Ranah
Penilaian Psikomotor
Ranah psikomotor berhubungan dengan hasil belajar yang
pencapaiannya melalui keterampilan manipulasi yang melibatkan otot dan kekuatan
fisik. Ranah psikomotor adalah ranah yang berhubungan aktivitas fisik,
misalnya; menulis, memukul, melompat dan lain sebagainya.
Tabel Kaitan antara kegiatan pembelajaran dengan domain
tingkatan aspek Psikomotorik
Tingkat
|
Deskripsi
|
I. Gerakan Refleks
|
Arti: gerakan refleks
adalah basis semua perilaku bergerak, respons terhadap stimulus tanpa sadar.
Misalnya:melompat,menunduk,berjalan,menggerakkan
leher dan kepala, menggenggam, memegang
Contoh kegiatan
belajar:
– mengupas mangga
dengan pisau
– memotong dahan
bunga
– menampilkan
ekspresi yang berbeda
– meniru gerakan
polisi lalulintas, juru parkir
– meniru gerakan
daun berbagai tumbuhan yang diterpa angin
|
II Gerakan dasar (basic fundamental movements)
|
Arti: gerakan ini
muncul tanpa latihan tapi dapat Diperhalus melalui praktik gerakan ini
terpola dan dapat ditebak
Contoh kegiatan
belajar:
- Contoh gerakan tak
berpindah: bergoyang, membungkuk, merentang, mendorong, menarik, memeluk,
berputar
- Contoh gerakan
berpindah: merangkak, maju perlahan-lahan, muluncur, berjalan, berlari,
meloncat-loncat, berputar mengitari, memanjat.
- Contoh gerakan
manipulasi: menyusun balok/blok, menggunting, menggambar dengan krayon,
memegang dan melepas objek, blok atau mainan.
- Keterampilan gerak
tangan dan jari-jari: memainkan bola, menggambar.
|
III.GerakanPersepsi
(Perceptualobilities)
|
Arti : Gerakan sudah
lebih meningkat karena dibantu kemampuan perseptual
Contoh kegiatan
belajar:
¨
menangkap bola, mendrible bola
¨
melompat dari satu petak ke petak lain dengan 1 kali sambil menjaga keseimbangan
¨
memilih satu objek kecil dari sekelompok objek yang ukurannya bervariasi
- membaca melihat terbangnya bola pingpong
- melihat gerakan pendulun menggambar simbol geometri
- menulis alfabet
¨
mengulangi pola gerak tarian
¨
memukul bola tenis, pingpong
¨
membedakan bunyi beragam alat musik
¨
membedakan suara berbagai binatang
¨
mengulangi ritme lagu yang pernah didengar
¨
membedakan berbagai tekstur dengan meraba
|
IV.Gerakan Kemampuan fisik (Psycal abilities)
|
Arti: gerak lebih
efisien, berkembang melalui kematangan dan belajar
Contoh kegiatan
belajar:
- menggerakkan
otot/sekelompok otot selama waktu tertentu berlari jauh
- mengangkat
beban
- menarik-mendorong
- melakukan
push-up
- kegiatan
memperkuat lengan, kaki dan perut
- menari
- melakukan
senam
- melakukan
gerakan pesenam, pemain biola, pemain bola
|
V. gerakan terampil (Skilledmovements)
|
Arti: dapat
mengontrol berbagai tingkat gerak – terampil, tangkas, cekatan melakukan
gerakan yang sulit dan rumit (kompleks)
Contoh kegiatan
belajar:
- melakukan gerakan
terampil berbagai cabang olahraga
- menari, berdansa
- membuat kerajinan
tangan
- menggergaji
- mengetik
- bermain piano
- memanah
- skating
- melakukan gerak
akrobatik
- melakukan koprol
yang sulit
|
VI. Gerakan indah
dan kreatif
(Non-discursive
communicatio)
|
Arti:
mengkomunikasikan perasaan melalui gerakan
- gerak estetik: gerakan-gerakan terampil yang efisien dan indah
- gerakan kreatif: gerakan-gerakan pada tingkat tertinggi untuk
mengkomunikasikan peran
Contoh kegiatan
belajar:
- kerja seni yang bermutu (membuat patung, melukis, menari baletr
- melakukan
senam tingkat tinggi
- bermain
drama (acting)
- keterampilan
olahraga tingkat tinggi
|
Contoh
Pengukuran Ranah Penilaian Psikomotor
Ada beberapa ahli yang menjelaskan cara menilai hasil belajar psikomotor.
Ryan (1980) menjelaskan bahwa hasil belajar keterampilan dapat diukur melalui
(1) pengamatan langsung dan penilaian tingkah laku peserta didik selama proses
pembelajaran praktik berlangsung, (2) sesudah mengikuti pembelajaran, yaitu
dengan jalan memberikan tes kepada peserta didik untuk mengukur pengetahuan,
keterampilan, dan sikap, (3) beberapa waktu sesudah pembelajaran selesai dan kelak
dalam lingkungan kerjanya.
Sementara
itu Leighbody (1968) berpendapat bahwa penilaian
hasil belajar psikomotor mencakup: (1) kemampuan menggunakan alat dan sikap
kerja, (2) kemampuan menganalisis suatu pekerjaan dan menyusun urut-urutan
pengerjaan, (3) kecepatan mengerjakan tugas, (4) kemampuan membaca gambar dan
atau simbol, (5) keserasian bentuk dengan yang diharapkan dan atau ukuran yang
telah ditentukan.
Dari
penjelasan di atas dapat dirangkum bahwa dalam penilaian hasil belajar psikomotor
atau keterampilan harus mencakup persiapan, proses, dan produk. Penilaian dapat
dilakukan pada saat proses berlangsung yaitu pada waktu peserta didik melakukan
praktik, atau sesudah proses berlangsung dengan cara mengetes peserta didik.
Penilaian
psikomotorik dapat dilakukan dengan menggunakan observasi atau pengamatan.
Observasi sebagai alat penilaian banyak digunakan untuk mengukur tingkah
laku individu ataupun proses terjadinya suatu kegiatan yang dapat diamati, baik
dalam situasi yang sebenarnya maupun dalam situasi buatan. Dengan kata lain,
observasi dapat mengukur atau menilai hasil dan proses belajar atau
psikomotorik. Misalnya tingkah laku peserta didik ketika praktik, kegiatan
diskusi peserta didik, partisipasi peserta didik dalam simulasi, dan penggunaan
alins ketika belajar.
Observasi
dilakukan pada saat proses kegiatan itu berlangsung. Pengamat terlebih dahulu
harus menetapkan kisi-kisi tingkah laku apa yang hendak diobservasinya,
lalu dibuat pedoman agar memudahkan dalam pengisian observasi. Pengisian hasil
observasi dalam pedoman yang dibuat sebenarnya bisa diisi secara bebas dalam
bentuk uraian mengenai tingkah laku yang tampak untuk
diobservasi, bisa pula dalam bentuk memberi tanda cek (√) pada kolom jawaban
hasil observasi.
Tes
untuk mengukur ranah psikomotorik adalah tes untuk mengukur penampilan atau
kinerja (performance) yang telah dikuasai oleh peserta didik. Tes
tersebut dapat berupa tes paper and pencil, tes
identifikasi, tes simulasi, dan tes unjuk kerja.
- Tes simulasi
Kegiatan psikomotorik yang dilakukan melalui tes
ini, jika tidak ada alat
yang sesungguhnya yang dapat dipakai untuk memperagakan penampilan peserta
didik, sehingga peserta didik dapat dinilai tentang penguasaan
keterampilan dengan bantuan peralatan tiruan atau berperaga seolah-olah
menggunakan suatu alat yang sebenarnya.
- Tes unjuk kerja (work sample)
Kegiatan psikomotorik yang dilakukan melalui tes ini, dilakukan
dengan sesungguhnya dan tujuannya untuk mengetahui apakah peserta didik
sudah menguasai/terampil menggunakan alat tersebut. Misalnya dalam melakukan
praktik pengaturan lalu lintas lalu lintas di lapangan yang sebenarnya
Tes simulasi dan tes unjuk kerja, semuanya dapat diperoleh
dengan observasi langsung ketika peserta didik melakukan kegiatan pembelajaran.
Lembar observasi dapat menggunakan daftar cek (check-list)
ataupun skala penilaian (rating scale). Psikomotorik
yang diukur dapat menggunakan alat ukur berupa skala penilaian terentang
dari sangat baik, baik, kurang, kurang, dan tidak baik.
Dengan kata lain, kegiatan belajar yang banyak
berhubungan dengan ranah psikomotor adalah praktik di aula/lapangan dan
praktikum di laboratorium. Dalam kegiatan-kegiatan praktik itu juga ada ranah
kognitif dan afektifnya, namun hanya sedikit bila dibandingkan dengan ranah
psikomotor. Pengukuran hasil belajar ranah psikomotor menggunakan tes unjuk
kerja atau lembar tugas.
Contohnya kemampuan psikomotor yang dibina
dalam belajar matematika misalnya berkaitan dengan kemampuan mengukur (dengan
satuan tertentu, baik satuan baku maupun tidak baku), menggambar bentuk-bentuk
geometri (bangun datar, bangun ruang, garis, sudut,dll) atau tanpa alat. Contoh
lainnya, siswa dibina kompetensinya menyangkut kemampuan melukis jaring-jaring
kubus. Kemampuan dalam melukis jaring-jaring kubus secara psikomotor dapat
dilihat dari gerak tangan siswa dalam menggunakan peralatan (jangka dan
penggaris) saat melukis. Secara teknis penilaian ranah psikomotor dapat
dilakukan dengan pengamatan (perlu lembar pengamatan) dan tes perbuatan.
Dalam
ranah psikomotorik yang diukur meliputi (1) gerak refleks, (2) gerak dasar
fundamen, (3) keterampilan perseptual; diskriminasi kinestetik, diskriminasi
visual, diskriminasi auditoris, diskriminasi taktis, keterampilan perseptual
yang terkoordinasi, (4) keterampilan fisik, (5) gerakan terampil, (6)
komunikasi non diskusi (tanpa bahasa-melalui gerakan) meliputi: gerakan
ekspresif, gerakan interprestatif.
PERTANYAAN
Penilaian hasil belajar psikomotor atau keterampilan harus
mencakup persiapan, proses, dan produk. Penilaian dapat dilakukan pada saat
proses berlangsung yaitu pada waktu peserta didik melakukan praktik, atau
sesudah proses berlangsung dengan cara mengetes peserta didik. Apakah penilaian psikomotor ini dapat
meningkatkan motivasi siswa atau sebaliknya dengan penilaian psikomotor membuat
motivasi siswa menurun karna terlalu banyak penilaian? Jika iya, Bagaimana
penilaian psikomotor dapat meningkatkan motivasi siswa?
REFERENSI
Egereonu, Rev. A. C. 2010. Analysis of psychomotor Domain as
a relevant factor in the Understanding
of Mathematical Concepts. The Nigerian Academic Forum Volume 19 No.1
http://meldasyahputri.blogspot.com/2015/11/ranah-penilaian-kognitif-afektif-dan.html
