REFLEKSI AKHIR PADA SETIAP MINGGU
PADA MATERI EVALUASI PEMBELAJARAN
REFLEKSI EVALUASI PEMBELAJARAN
Nama : Rifni Anjani
NIM : P2A918003
Materi : Lesson Study
Apa
yang telah saya pahami?
Yang dapat saya pahami mengenai Lesson
Study adalah
suatu pendekatan
peningkatan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru secara
kolaboratif, dengan langkah-langkah pokok merancang pembelajaran untuk mencapai
tujuan, melaksanakan pembelajaran, mengamati pelaksanaan pembelajaran tersebut,
serta melakukan refleksi untuk mendiskusikan pembelajaran yang dikaji tersebut
untuk bahan penyempurnaan dalam rencana pembelajaran berikutnya. Fokus utama
pelaksanaan lesson study adalah aktivitas siswa di kelas,
dengan asumsi bahwa aktivitas siswa tersebut terkait dengan aktivitas guru
selama mengajar di kelas.
Pada kajian pertemuan
dikelas dapat disimpulkan bahwa ketika melakukan lesson study guru dapat menemukan sebuah masalah yang terjadi
dikelas, lalu dianalisis apa penyebab masalah tersebut, setelah ditemukan
penyebab guru membuat tindakan perbaikan dalam menangani masalah, dan terakhir
melakukan tindakan perbaikan dengan tujuan memperbaiki apa yang menjadi
kekurangan dalam suatu proses pembelajaran tersebut.
Apa yang belum saya pahami?
Saya masih
kurang paham tindakan perbaikan dan pencegahan seperti apa yang tepat dalam
mengatasi masalah yang sering terjadi dikelas.
Upaya-upaya yang dilakukan
agar segera paham?
Mencoba memdalami dan
memahami terlebih dahulu akar penyebab dari permasalahan yang ditemukan. Setelah
itu jika tidak dapat solusi, meminta pendapat kepada teman untuk mendapatkan
solusi terbaik dan mencari artikel-artikel yang dapat membantu mengatasi masalah
yang telah ditemukan.
Dan saya telah mencoba berdiskusi dengan teman, salah seorang guru
berinisial MS yang mengajar di salah satu sekolah swasta di kota jambi, dia
mengatakan bahwa guru yang sedang mengamati perlu memiliki sintaks agar proses
penilaian berjalan lancer dan sesuai dengan rencana.
Apa saja yang saya dapatkan
dari diskusi dengan teman?
Berdasarkan diskusi dengan MN dapat
diketahui bahwa masalah pada kelas tersebut ada pada guru dan siswanya. Menurut
MN, masalah-masalah tersebut sudah seeing terjadi pada proses pembelajaran. Sehingga hal ini perlu
menjadi perhatian agar hal yg sama tidak terjadi lg untuk masa-masa yang akan datang. Oleh
karena itu, perlu ada yg namanya kerjasama antara pemerintah, guru, dan orang
tua siswa. Pemerintah
harus lebih memikirkan kualitas seorang guru, dengan cara meningkatkan
kompetensi guru dgn adanya pelatihan, setidaknya tiap awal smt diadakan dan
dijadikan untuk evaluasi bersama. Guru harus berani lebih kreatif dalam kelas. Tidak hanya fokus menggunakan metode
ceramah, guru bisa menggabungkan metode agar siswa tidak merasa bosan.
Kemudian, adanya kerjasama antara guru dan orang tua. Sebagusnya, wali kelas membuat grup (WA) orangtua siswa, sehingga jika ada masalah di sekolah, guru bisa menyampaikan masalah tsb dan orgtua bisa melakukan konseling thd anaknya.
Kemudian, adanya kerjasama antara guru dan orang tua. Sebagusnya, wali kelas membuat grup (WA) orangtua siswa, sehingga jika ada masalah di sekolah, guru bisa menyampaikan masalah tsb dan orgtua bisa melakukan konseling thd anaknya.
Apa yang saya berikan
kepada teman saya?
Berdasarkan diskusi yang dilakukan dikelas saya memberi pendapat bahwa masalah
tersebut bukan hanya dating dari siswa tetapi juga bisa datang dari siswa
maupun faktor lainnya.
REFLEKSI EVALUASI PEMBELAJARAN
Nama : Rifni Anjani
NIM : P2A918003
Materi : Penilaian
Afektif
Apa
yang telah saya pahami?
ü karakteristik
manusia meliputi cara yang tipikal dari berpikir, berbuat, dan perasaan.
Tipikal berpikir berkaitan dengan ranah kognitif, tipikal berbuat berkaitan
dengan ranah psikomotor, dan tipikal perasaan berkaitan dengan ranah afektif.
Ranah afektif mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi,
atau nilai. Ketiga ranah tersebut merupakan karakteristik manusia sebagai hasil
belajar dalam bidang pendidikan.
ü Pengukuran
ranah afektif dilakukan melalui metode observasi dan metode laporan diri.
Penggunaan metode observasi berdasarkan pada asumsi bahwa karateristik afektif
dapat dilihat dari perilaku atau perbuatan yang ditampilkan dan atau reaksi psikologi.
ü
Tingkatan Ranah Afektif: tingkat
receiving, tingkat responding, tingkat valuing, tingkat
organization, tingkat characterization.
ü
Ada 5 (lima) tipe karakteristik afektif yang penting, yaitu sikap, minat,
konsep diri, nilai, dan moral.
Apa yang belum saya pahami?
Mengenai penilaian
afektif ini, ada beberapa hal yang belum saya pahami,
diantaranya:
ü apa yang menjadi indikator penilaian afektif
dalam pembelajaran matematika.
ü Apakah penilaian afektif ini bisa menjadi
acuan guru untuk menentuka keberhasilan siswa dalam memahami materi matematika?
Upaya-upaya yang dilakukan
agar segera paham?
Mencoba mendalami dan
memahami terlebih dahulu mengenai
penilaian afektif itu sendiri, mencari literature dan jurnal-jurnal yang
relevan yang sesuai dengan apa yang menjadi permasalahan saya, lalu menanyakan
kepada teman atau orang yang lebih berpengalaman untuk mendapatkan solusi
terbaik.
Apa saja yang saya dapatkan
dari diskusi dengan teman?
Berdasarkan diskusi yang dilakukan dikelas saya menemukan bahwa menurut
teman saya yang berinisial MN pada presentasinya menjelaskan bahwa untuk
menyusun instrument penilaian afektif dapat dilakukan langkah-langkah sebagai
berikut:
1.
Pemilihan ranah afektif yang
ingin dinilai oleh guru, misalnya sikap dan minat terhadap suatu materi
pelajaran.
2.
Penentuan indikator apa yang
sekiranya dapat digunakan untuk mengetahui bagaimana sikap dan minat siswa
terhadap suatu materi pelajaran
3.
Beberapa contoh indikator
yang misalnya dapat digunakan untuk mengetahui bagaimana sikap dan minat siswa
terhadap suatu materi pelajaran.
4.
Penentuan jenis skala
yang digunakan.
5.
Penulisan
draft instrumen penilaian afektif (misalnya dalam bentuk kuisioner) berdasarkan
indikator dan skala yang telah ditentukan.
6.
Penelaahan
dan meminta masukan teman sejawat (guru lain) mengenai draft instrumen
penilaian ranah afektif yang telah dibuat.
7.
Revisi
instrumen penilaian afektif berdasarkan hasil telaah dan masukan rekan sejawat,
bila memang diperlukan
8.
Persiapan
kuisioner untuk disebarkan kepada siswa beserta inventori laporan diri yang
diberikan siswa berdasarkan hasil kuisioner (angket) tersebut.
9.
Pemberian
skor inventori kepada siswa
10. Analisis hasil inventori
minat siswa terhadap materi pelajaran
Apa yang saya berikan
kepada teman saya?
Memberikan pendapat bahwa salah
satu kemungkinan permasalahan yang akan dihadapi menjadi seorang guru yaitu
guru selalu mengutamakan pencapaian target kurkulum dan hasil belajar yang bagus.
Guru jarang memperhatikan proses penilaian yang bersifat afektif maupun
psikomotor guru lebih memperhatikan penilaian kognitif karena guru beranggapan
bahwa jika penilaian kognitif siswa baik maka siswa tersebut telah berhasil
dalam pembelajarannya. Namun pendapat seperti ini salah untuk dipertahankan. Guru
yang baik adalah guru yang melakukan penilaian sesuai prosedur baik itu
penilaian kognitif, afektif maupun psikomotor sama pentingnya. Karena salah
satu faktor suskesnya seorang siswa tergantung penilaian guru yang diberikan.
REFLEKSI EVALUASI PEMBELAJARAN
Nama : Rifni Anjani
NIM : P2A918003
Materi : Framework for classroom assesment in
mathematics
Apa
yang telah saya pahami?
Tujuan dari kerangka kerja
untuk penilaian kelas dalam matematika adalah untuk membawa tujuan penilaian
kelas bersama dengan tujuan pendidikan matematika dengan cara yang mulus dan
koheren, dengan hasil yang optimal untuk proses belajar mengajar, dan dengan
saran konkret tentang bagaimana membawa penilaian di luar kelas dalam situasi
kelas.
Perbedaan dalam penilaian
formatif dan sumatif dalam kelas lebih terkait dengan waktu dan jumlah
penumpukan dibandingkan yang lainnya. Yang dibutuhkan untuk keduanya adalah penilaian
itu mengacu pada kriteria, memasukkan kurikulum dan menghasilkan penilaian yang
selaras.
Standar Penilaian NCTM
menawarkan titik awal yang sangat baik untuk diskusi tentang prinsip dan
standar dalam penilaian kelas. Standar tersebut adalah tentang (a) matematika,
(b) pembelajaran matematika, (c) kesetaraan dan peluang, (d) keterbukaan, (e)
inferensi, dan (f) koherensi. Bagian berikut membahas masing-masing standar ini
secara bergantian.
Apa yang belum saya pahami?
Yang belum saya pahami yaitu apakah sistem penilaian yang di anut pendidikan di Indonesia telah
mengacu pada kerangka kerja penilaian di kelas? Lalu apakah penerapannya sesuai dengan yang telah
dibuat?
Upaya-upaya yang dilakukan
agar segera paham?
Mencoba mendalami dan
memahami terlebih dahulu mengenai
penilaian afektif itu sendiri, mencari literature dan jurnal-jurnal yang
relevan yang sesuai dengan apa yang menjadi permasalahan saya, lalu menanyakan
kepada teman atau orang yang lebih berpengalaman untuk mendapatkan solusi
terbaik.
Berdasarkan beberapa hal yang belum dipahami
seperti yang dipaparkan pada pembahasan sebelumnya, upaya-upaya yang dilakukan
agar segera paham adalah sebagai berikut:
a.
Mencari sumber lain, dalam hal ini adalah
melalui internet.
b.
Mencari jurnal-jurnal dan artikel yang berhubungan
dengan sistem penilaian yang di anut Indonesia.
c. Berdiskusi
dengan
beberapa teman saya, diantaranya MR, MN dan MI.
Apa saja yang saya dapatkan
dari diskusi dengan teman?
Ada beberapa hal yang saya dapatkan ketika diskusi dengan teman.
ü Menurut MR yaitu semua
sekolah secara tidak langsung sudah menerapkan penilaian kelas seperti pada
kerangka kerja penilaian yang diterangkan diatas, hanya saja mungkin banyak
guru- guru yang belum tau atau lupa mengenai prinsip-prinsip penilaian, standar
matematika, belajar, kesetaraan & peluang, keterbukaan, kesimpulan dan
koherensi, begitu juga dengan kompetensi matematika. MR rasa Semua guru juga
sudah menerapkan metode-metode penilaian seperti yang telah saudari paparkan
diatas, tapi mungkin tidak semua nya, guru juga menyesuaikan dengan materi yang
diajarkan. Memang sebaiknya guru mengetahui dan mempraktekkan kerangka
penilaian kelas seperti diatas agar penilaian yang dilakukan sesuai prosedur
yang benar dan metode penilaian yang dilakukan juga lebih bervariasi lagi.
ü Menurut MN yaitu sekarang
sekolah di indonesia telah menerapkan penilaian berbasis kelas. Karena salah satu ciri
penilaian berbasis kelas ciri ny adalah berpusat pada siswa, hal ini sesuai dgn
kurikukum sekarang yaitu K13.
ü Menurut MI sebenarnya sudah framework
penilaian kelas yang di gunakan di indonesia sudah ada yang menggunakan dan ada
juga yang belum mengunakan yang menggunakan k13 adalah salah satu contoh yg sudah
menggunakan namun belum maksimal.
Apa yang saya berikan
kepada teman saya?
Berdasarkan
diskusi saya dengan beberapa guru dan teman yang saya temui, ada hal yang dapat
saya berikan, yaitu: saya setuju bahwa penilaian berbasis kelas sudah ada diterapkan di Indonesia karena pada
kurikulum 2013 sudah terdapat unsur penilaian kelas ini. Namun karena penilaian berbasis kelas ini penilaiannya kompleks, maka
penilaian kelas ini sangat bagus diterapkan oleh guru mengingat salah satu
prinsip penilaian adalah jujur dan objektif. Dengan penilaian berbasis kelas
ini, guru melakukan penilaian bukan hanya setelah selesai proses pembelajaran,
tetapi juga sebelum, dan saat proses pembelajaran.
REFLEKSI EVALUASI PEMBELAJARAN
Nama : Rifni Anjani
NIM : P2A918003
Materi : Analysis
of Psychomotor Domain as a Relevant Factor In The Understanding of
Mathematical Concepts
Apa
yang telah saya pahami?
ü Ranah psikomotor merupakan ranah yang berkaitan
dengan keterampilan (skill) tau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima
pengalaman belajar tertentu. Ranah psikomotor adalah ranah yang berhubungan
dengan aktivitas fisik, misalnya lari, melompat, melukis, menari, memukul, dan
sebagainya. Hasil belajar psikomotor ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari
hasil belajar kognitif (memahami sesuatu) dan dan hasil belajar afektif (yang
baru tampak dalam bentuk kecenderungan-kecenderungan berperilaku). Hasi belajar
kognitif dan hasil belajar afektif akan menjadi hasil belajar psikomotor
apabila peserta didik telah menunjukkan perilaku atau perbuatan tertentu sesuai
dengan makna yang terkandung dalam ranah kognitif dan ranah afektif.
ü Penilaian
hasil belajar psikomotor mencakup: (1)
kemampuan menggunakan alat dan sikap kerja, (2) kemampuan menganalisis suatu
pekerjaan dan menyusun urut-urutan pengerjaan, (3) kecepatan mengerjakan tugas,
(4) kemampuan membaca gambar dan atau simbol, (5) keserasian bentuk dengan yang
diharapkan dan atau ukuran yang telah ditentukan.
ü Penilaian psikomotorik dapat dilakukan dengan
menggunakan observasi atau pengamatan.
ü Tes untuk mengukur ranah psikomotorik adalah tes
untuk mengukur penampilan atau kinerja (performance) yang telah dikuasai
oleh peserta didik. Tes tersebut dapat berupa tes paper
and pencil, tes identifikasi, tes simulasi, dan tes unjuk kerja.
Apa yang belum saya pahami?
Contoh dalam matematika adalah penilaian terhadap kemampuan psikomotor
siswa dalam belajar matematika dapat dilakukan dengan kombinasi penilaian dan
pengamatan. Penilaian psikomotor berguna untuk mengukur keterampilan siswa
melakukan kinerja tertentu. Penilaian psikomotor dapat berupa penilaian
tertulis, penilaian identifikasi, penilaian simulasi, dan penilaian contoh
kerja. Dalam kegiatan penilaian psikomotor, pengamatan berperan pada saat
penilaian yang tidak tertulis. Bagaimana Pengukuran dalam ranah penilaian
psikomotorik?
Upaya-upaya yang dilakukan
agar segera paham?
Upaya-upaya yang dilakukan
agar segera paham adalah sebagai berikut:
a. Mencari
sumber lain, dalam hal ini adalah melalui internet.
b. Berdiskusi
dengan teman dan orang yang berpengalaman dibidang
pendidikan.
Apa saja yang saya dapatkan
dari diskusi dengan teman?
ü Menurut S dalam penilaian psikomotor dapat dilakukan dengan cara menyesuaikan dan
menyusun terlebih dahulu rubrik penilaian yang disesuaikan dengan materi
pembelajaran dan kompetensi dasar yang ada sehingga domain psikomotor dapat
terukur dengan baik.
ü Menurut NK pengukuran sendiri adalah penilaian terhadap indikator dalam penilaian
psikomotor yang hendak dicapai. Mislanya siswa terampil dalam menggunakan
jangka dan lain-lain.
ü Menurut NF dalam psikomotor, penilaian nya disesuaikan denagn KD yang di tuntuk oleh
materi yang diajarakan. sebelum mengadakan pembelajaran terutama di K.13 ada
dua KD yang akan di capai KD aspek kognitif dan kD untuk aspek psikomotornyA
Apa yang saya berikan
kepada teman saya?
Berdasarkan hasil diskusi dengan teman penilaian psikomotor ini dapat
dilakukan dengan cara menyusun dahulu indikator psikomotor yang hendak di capai
lalu buat rubrik penilaian sesuai kurikulum yang sedang dipakai. Penilaian psikomotor juga dapat dilakukan berbasis
teknologi, yaitu saat peserta didik mempraktikkan teori dalam kehidupan
sehari-hari, mereka bisa merekam semua kegiatan yang berlangsung dalam bentuk
video, kemudian mereka dapat menguploadnya di youtube agar
dapat berguna bagi peserta didik lain yang ada di indonesia.